D'Tam_Co0L . . . .

>>>>> TeKaJe==> SMK Tunas Harapan Pati

J - ROCKS

J-Rocks
J-Rocks
adalah band yang berdiri pada tahun 2003 dengan personil Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bas), dan Anton (drum). Aliran band mereka adalah Japanese pop/rock. Album perdana mereka, Topeng Sahabat dirilis pada tahun 2005 dan mengisi dua lagu di album OST Dealova yaitu "Into the Silent" dan "Serba Salah". Saat ini mereka dinaungi oleh label Aquarius Musikindo. Pencinta J-Rocks biasa disebut J-Rockstars.

Banyak fans fanatik band Jepang L'Arc~en~Ciel di Indonesia yang menuding bahwa dalam membuat lagunya, J-rocks meniru lagu-lagu L'Arc~en~Ciel. Sangat wajar bila beberapa lagu J-rocks mirip dengan lagu-lagu Laruku karena J-rocks memang terinspirasi oleh band yang satu ini. Dan juga J-Rocks terinspirasi oleh Muse.

Pada album keduanya, Spirit, J-Rocks memasukkan bermacam-macam beat dan aliran musik seperti Rock 'n Roll (Juwita Hati), Waltz/ Victorian (Tersesal), Blues, Classic, dan masih banyak lagi. Di album kedua ini, J-Rocks juga menampilkan Prisa.

J-Rocks
Nama J-rocks sempat menjadi kontroversi di kalangan pecinta musik jepang di indonesia. Nama ini seakan mewakili genre Japanese Rock. Inspirasi nama J-ROCKSTARS adalah dari sebuah stiker bertuliskan ROCKSTAR, dengan harapan suatu saat akan menjadi Rockstar. Dan ditambahkan huruf J di depannya untuk mewakili band itu sendiri dengan alasan J bisa berarti Jepang karena awalnya mereka memainkan J-Music, Jakarta karena mereka berasal dari Jakarta, Jujur dalam bermusik dalam artian memainkan apa yang bener-bener mereka suka dan ingin memainkan musik yang ber-soul (jiwa). Dan akhirnya karena permasalahan pengucapan akhirnya nama J-ROCKSTARS disingkat menjadi J-ROCKS. Nama J-ROCKSTARS sendiri akhirnya menjadi nama fans J-ROCKS.

Awal 2004 JRS (singkatan dari J-ROCKSTARS) mengikuti festival musik Nescafe Get Started 2004 yang disponsori oleh Nescafe, Trans TV dan Aquarius Musikindo. Mereka berhasil menjuarai festival tersebut dan berkesempatan membuat album kompilasi Nescafe Get Started yang merupakan awal bentuk kerjasama mereka dengan Aquarius Musikindo. Dan akhirnya pertengahan 2005 mereka berhasil meluncurkan album perdana nya yang bertajuk "Topeng Sahabat" dengan label Aquarius.

Band ini semakin dikenal sejak munculnya album kedua. Pada lagu berjudul 'Kau curi lagi' mereka memperkenalkan gitaris wanita, Prisa. Dan pada lagu 'Juwita Hati' mereka membuat video klip di Jepang yang digarap oleh Hedy Suryawan. Selvin,Sato,Boppy pada video klip ini berakting sebagai fans J-Rocks yang mengejar idolanya sampai ke negeri Sakura. Konsep yang menarik membuat video klip ini populer di Indonesia.

P E T E R P A N

Peterpan

Peterpan adalah sebuah band beraliran poprock dari Bandung, Indonesia yang sekarang anggotanya tinggal 4. Band ini dibentuk pada tahun 1997 dan terkenal berkat lagu-lagunya "Ada Apa Denganmu", "Topeng", dan "Kukatakan Dengan Indah". Pada awalnya kelompok Peterpan terdiri dari Ariel, Uki, Loekman, Reza, Andika, dan Indra. Namun di bulan November 2006, dua anggotanya, Andika dan Indra dipecat dari grup musik tersebut. Perpecahan ini dipicu adanya perbedaan prinsip kreativitas.

Perjalanan karier

Awal terbentuk

Pada tahun 1997, Andhika (kibor) membentuk band Topi dengan mengajak adik kelasnya di SMU 2 Bandung, Uki (gitar), serta teman mainnya, Abel (bas) dan Ari (drum). Uki pun mengajak teman SMP-nya Ariel yang mengisi posisi vokal. Dengan formasi seperti itulah, mereka mulai manggung dan memainkan musik beraliran Brits alternatif. Kemudian Ari mengundurkan diri dan Topi pun bubar tanpa sebab yang pasti.

Andika mengumpulkan kembali personel Topi di tahun 2000. Namun kali ini, posisi drum dipegang oleh Reza. Untuk memberi warna musik yang lebih dewasa dan lebih kaya melody, maka diajaklah Loekman, teman kakak Indra, yang akhirnya jadi lead guitar (gitar utama). Setelah terbentuk dengan formasi enam orang, mereka pun mengambil nama peterpan. Tanggal 1 September 2000 secara resmi peterpan terbentuk.

Perjalanan profesional peterpan dimulai tahun 2001 dengan merambah dari café ke café di Bandung. Mereka bermain di café O'Hara dan Sapu Lidi dengan membawakan lagu-lagu top 40, serta alternative rock seperti Nirvana, Pearl Jam, Cold play, U2, Creed, dll. Saat di café Sapu Lidi-lah potensi mereka terlihat oleh Kang Noey (basis Java Jive) yang sedang mencari band untuk mengisi album kompilasi. Dari tiga lagu yang dikirim untuk demo, "Sahabat", "Mimpi Yang Sempurna", dan "Taman Langit", terpilih lagu "Mimpi Yang Sempurna" untuk dimasukan ke album kompilasi Kisah 2002 Malam yang dirilis Juli 2002. Tak disangka lagu tersebut menjadi jagoan album ini dan mendongkrak penjualan sampai di atas 150.000 kopi.

Taman Langit

Perusahaan rekaman Musica Studios pun tak melewatkan potensi peterpan. Musica mempercepat pengajuan kontrak untuk debut album peterpan. Akhirnya debut album peterpan bertajuk Taman Langit dirilis bulan Juni 2003. Tak dinyana, album itu mampu terjual di atas angka 650.000 kopi. Atas prestasi tersebut, mereka menerima Multi Platinum untuk album Taman Langit.

Tak hanya jumlah penjualan, peterpan juga sukses mencetak rekor konser maraton di enam provinsi dalam tempo 24 jam pada tanggal 18 Juli 2004. Konser bertajuk "LA Lights Peterpan 24 Jam Breaking Record" itu dimulai di Medan, Sumatra Utara sekitar pukul 07.55 sampai 08.40 WIB. Dari sana, mereka lalu melanjutkan di Padang, Sumatra Barat sekitar pukul 10.45 hingga 11.30 WIB. Pada jam 12.55 hingga 13.40 WIB, Peterpan konser di Pekanbaru, Riau, terus Lampung pada jam 16.25 sampai 17.10 WIB. Ariel lantas membuka konser di Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 19.45 dan berakhir pada 20.30 WIB. Konser Peterpan ditutup di Surabaya sekitar pukul 22.15 sampai 23.00 WIB. Atas prestasinya ini, mereka berhak dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Bintang di Surga

Tak lama menanti, peterpan kembali merilis album ke-2 bertajuk Bintang di Surga di bulan Agustus 2004. Dalam waktu 2 minggu, album itu telah terjual 350.000 kopi, dan di awal Januari 2005 telah menembus 1,7 juta kopi. Album yang menjagokan "Ada Apa Denganmu" ini sebulan kemudian (Februari 2005) menembus 2 juta kopi. Dan menurut catatan, album kedua peterpan ini mampu terjual sebanyak 3 juta kopi. Nilai yang cukup fantastis, mengingat saat itu sang vokalis, Ariel sedang tersandung masalah. Ariel dikabarkan telah menghamili mantan kekasihnya, Sarah Amalia.

Tahun 2005 juga menjadi tahun 'kejayaan' bagi peterpan, tak hanya dari sisi penjualan album, tapi juga penghargaan. Di awal tahun 2005, peterpan telah meraih penghargaan sebagai artis favorit Indonesia di MTV Asia Aid pada tanggal 9 Mei 2005 di Bangkok. MTV Asia Aid adalah nama lain ajang MTV Asia Awards 2005 yang bisa digelar rutin tiap tahun. Perubahan ini sebagai bentuk kepedulian MTV Internasional atas bencana gempa dan gelombang tsunami yang menerjang di 11 negara, 26 Desember 2004. Dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2005, peterpan menempati urutan teratas nominasi dengan memperoleh 11 nominasi. Empat di antaranya dicetak lewat lagu "Ada Apa Denganmu". Dari 11 nominasi itu, peterpan memenangkan 7 penghargaan, antara lain untuk gelar band terbaik, album terbaik, grafis desain album terbaik dan karya produksi terbaik, semua itu berkat album Bintang di Surga. Pada ajang SCTV Music Awards 2005, peterpan mendapat penghargaan di kategori Album Pop Group Ngetop dan Lagu Paling Ngetop. Setelah tahun sebelumnya juga mendapat Group Pendatang Baru Terngetop. peterpan juga meraih kategori Band Paling Ngetop di SCTV Award 2005

Di tahun 2005, peterpan kembali merilis 2 album. Meski kali ini mereka tidak merilis album 'utama'. Yakni VCD Untuk Sahabat Peterpan yang berisi Orginal VCD Karaoke termasuk video klip serta dokumentasi saat mereka melakukan breaking record konser selama 24 jam di 6 kota. dan album soundtrack film Alexandria.

Perpecahan

Pada tanggal 4 November 2006, Andika dan Indra, resmi keluar dari anggota band. Kedua mantan personil ini pada akhirnya membentuk kelompok lainnya yang diberi nama The Titans.

Pasca keluarnya Andika dan Indra, posisi mereka ditempati oleh dua pemusik tambahan, yaitu Lucky dan David. Dengan formasi tambahan ini, Peterpan merilis, Hari yang Cerah. Acara launching album ini juga dibuat lain karena dilakukan di dua negara. Di RUUMS Kuala Lumpur pada 25 Mei 2007 setelah itu di Bandung di Monumen Pahlawan Gazebo dan disiarkan secara live di 6 stasiun televisi.

Album ini diklaim sebagai album terakhir mereka dengan nama "Peterpan". Ariel mengklaim bahwa pada akhirnya mereka akan melepaskan nama Peterpan dan menggunakan nama lainnya.

Meski tanpa foramsi utuh seperti dulu, peterpan masih mampu memperlihatkan 'taring'nya. Di bulan September 2007, mereka mendapat kehormatan untuk mengikuti acara "Song Festival" di Korea Selatan. Sebelumnnya, peterpan juga masih mampu mengantongi penghargaan sebagai Best Favorite Artis Indonesia MTV Asia Award 2006 dan Album Pop Group Ngetop SCTV Music Award 2006.

Penghargaan

Tahun 2002

  • Rookie of the Year 2002 versi Majalah Hai

Tahun 2004

  • Group Pendatang Baru Terngetop SCTV Music Award
  • Triple Platinum Album Taman Langit
  • Rekor MURI – Konser 6 Kota 24 Jam - 18 Juli 2004

Tahun 2005

  • Best Favorite - Artis Indonesia MTV Asia Award - Februari 2005
  • Album Pop Group Ngetop SCTV Music Award - Mei 2005
  • Lagu Paling Ngetop, SCTV Music Award - Mei 2005
  • Band Paling Ngetop di SCTV Award - Agustus 2005
  • Penjualan Album Terbaik Sepanjang Tahun, MTV Music Award – September 2005
  • Grup pop terbaik melalui lagu "Ada Apa Denganmu" AMI Awards 2005 - November 2005
  • Lagu pop terbaik "Ada Apa Denganmu" AMI Awards 2005 - November 2005
  • Band Pop alternatif terbaik melalui lagu "Kukatakan Dengan Indah" AMI Awards 2005 - November 2005
  • Album Terbaik Bintang di Surga AMI Awards 2005 - November 2005
  • Grafis desain album terbaik Bintang di Surga AMI Awards 2005 - November 2005
  • Karya produksi terbaik Bintang di Surga AMI Awards 2005 - November 2005
  • Anugerah Carta Era - Lagu Rock Pilihan & Carta Terbaik

Tahun 2006

  • Best Favorite - Artis Indonesia MTV Asia Award - April 2006
  • Album Pop Group Ngetop SCTV Music Award - Mei 2006

U N G U

Ungu

Ungu adalah grup musik Indonesia yang beranggotakan Pasha (penyanyi), Makki (bass), Enda (gitar), Oncy (gitar), dan Rowman (drum). Sampai tahun 2007 mereka telah menghasilkan 4 album dan 2 album mini.


Karier

Ungu terbentuk tahun 1996. Motor pembentuknya adalah Ekky (gitar) dan saat itu vokalisnya adalah Michael, sedangkan drum dipegang oleh Pasha Van derr Krabb. Tahun 1997, saat Ungu hendak manggung, Pasha Van derr Krabb 'menghilang' dan posisinya digantikan oleh Rowman. Enda yang sebelumnya adalah roadies-nya Ekky juga ikut bergabung dengan Ungu.

Tahun 2000, Ungu mulai mempersiapkan album pertama mereka, yang akhirnya dirilis 6 Juli 2002 bertajuk Laguku. Sebelumnya, Ungu ikut mengisi 2 lagu di album kompilasi Klik bersama Lakuna, Borneo, Piknik, dan Energy. Ke dua lagu tersebut adalah "Hasrat" dan "Bunga". Single pertama album ini, "Bayang Semu" menjadi ost. sinetron ABG (RCTI). Meski terbilang sukses, album ini baru mendapat Platinum Award setelah hampir 2 tahun album ini dirilis.

Saat hendak masuk dapur rekaman untuk album kedua, Ekky memutuskan keluar. Oncy yang saat itu baru keluar dari Funky Kopral dipilih untuk menggantikan Ekky. Album kedua Ungu Tempat Terindah dirilis Desember 2003. Album ini menjagokan "Karena Dia Kamu" sebagai single pertama dan "Suara Hati" dipilih sebagai single kedua. Baru empat bulan dirilis, penjualannya telah mencapai 80.000 (delapan puluh ribu) kopi. Jumlah yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan album pertama yang 'telah' mendapatkan platinum (150.000 kopi) dalam hitungan waktu satu setengah tahun.

Pada tahun 2005, Ungu menjadi salah satu artis yang berkolaborasi dengan Chrisye di album terbaru Chrisye, "Senyawa".

Album Melayang dirilis Desember 2005. Di albumnya yang ketiga dengan single "Demi Waktu", Ungu mendapat double platinum. Dengan hits Demi Waktu mengantarkan Ungu jadi MTV Exclusive Artis di bulan Desember 2005. Gaung "Demi Waktu" merambah negeri Jiran, Malaysia. Empat perusahaan label berebut untuk mendapatkan hak edar di sana. SRC, perusahaan yang menaungi Siti Nurhaliza akhirnya keluar sebagai pemenang.

Ungu mengeluarkan sebuah mini album untuk menyambut Ramadhan 1427 H bertajuk SurgaMu yang dirilis September 2006. Hanya dalam tempo sepuluh hari sejak rilis mini album SurgaMu, telah terjual sebanyak 150 ribu keping. Bahkan Wakil Presiden Yusuf Kalla memberi penghargaan 'Inspiring' atas album religi SurgaMu. Sayangnya, saat hendak menerima penghargaan di istana Wapres, Ungu yang mengenakan setelah jas yang dipadu celana jeans ditolak masuk ke dalam istana, dengan alasan pakaian yang tak sesuai dengan protokoler istana.

Dalam Penghargaan MTV Indonesia 2006, Ungu masuk dalam 3 nominasi, yaitu Most Favorite Group/Band/Duo, Best Director "Demi Waktu" Abimael Gandy, dan Video of the Year "Demi Waktu".

Ungu dengan dukungan "A Mild Live Productions" dan "Trinity Optima Productions" membuat buku biografi. Buku yang diberi judul "A Mild Live Ungu Book Magazine" itu diluncurkan pada Kamis, 10 Mei 2007, di Jakarta. Dicetak sebanyak 40 ribu eksemplar, buku tersebut memuat biografi masing-masing personil, diskografi Ungu, foto-foto, dan bahkan chord lagu-lagu Ungu.

Ungu juga sering terlibat dalam pembuatan album soundtrack. Ungu pernah menyumbangkan lagu untuk film Buruan Cium Gue yang dilarang edar. Ungu pun menyumbangkan 3 buah lagu untuk film Coklat Stroberi yakni dua lagu baru, "Disini Untukmu" dan "Sahabatku", serta mengikutkan lagu "Berjanjilah" dari album ketiga mereka Melayang.

Dalam ajang "SCTV Music Awards 2007" di Balai Sidang Jakarta (JHCC), Ungu mendapat 4 kemenangan. Album SurgaMu yang diproduseri Trinity/Prosound membawa Ungu menjadi penerima penghargaan 'Album Religi', 'Lagu Paling Ngetop' dan 'Video Klip Paling Ngetop' untuk lagu "Andai Kutahu". Sedangkan Melayang dengan lagu andalan "Tercipta Untukmu" memenangkan kategori 'Album Pop Rock Duo/Grup'.

Ungu kembali merilis album reguler keempatnya bertajuk Untukmu Selamanya. Album ini di-launching di empat negara sekaligus, yaitu 9 Agustus 2007 di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Agustus 2007 di Singapura, 12 Agustus 2007 Hongkong dan puncaknya 15 Agustus 2007 di Jakarta, Indonesia. Lagu andalan dalam album ini antara lain, "Kekasih Gelapku", "Cinta dalam Hati", "Apalah Arti Cinta" dan "Ijinkan Aku".

Menyambut Ramadhan 1428 H, Ungu merilis album religi lagi yang berbentuk mini album bertajuk Para Pencari-Mu. Dalam album ini Ungu berkolaborasi dengan ustad Jeffry Al Buchori. Album ini hanya berisi lima lagu, yaitu "Para PencariMu", "Sembah Sujudku", "Surga Hati", "Sesungguhnya", dan "Tuhanku". Sebelum mini album ini dirilis, tiga dari lima lagu telah terpilih sebagai soundtrack sinetron religi yang tayang selama Bulan Ramadhan.

Ungu kembali meraih penghargaan untuk kategori 'Band Ngetop' di ajang SCTV Awards 2007, yang berlangsung di JCC Senayan Jakarta, Jumat, 24 Agusutus 2007. Dalam ajang itu, Ungu berhasil menyisihkan grup band lainnya, seperti Ada Band, Peterpan, Radja, dan pendatang baru yang mendadak populer, Kangen Band. Pada tahun 2007, Ungu bersama Samsons dan Naff, dijuluki 'The Rising Star' band oleh penyelenggara konser musik akbar Soundrenaline, A Mild Live Productions dan Deteksi Productions, juga oleh raksasa label rekaman Musica Studio.

Album

  • 2002: Laguku
  • 2004: Tempat Terindah
  • 2005: Melayang
  • 2007: Untukmu Selamanya

Album Religi

  • 2006: SurgaMu
  • 2007: Para PencariMu
  • 2008: Aku Dan Tuhanku

Album Soundtrack

  • 2007: Coklat Stroberi OST
  • 2007: Ayat-Ayat Cinta OST

What is love ?

What is love? Hampir bisa di pastikan semua insan dalam jagad raya ini pernah merasakan apa itu love. Dengan cinta orang bisa bahagia, tersenyum - senyum, tertawa bahkan ada pula yang menangis tersedu. Cinta bagaikan jailangkung datang tak diundang dan pergipun terkadang tak pernah kita duga. Karena itulah arti cinta menjadi beragam, setiap orang punya pendapat dan asumsi masing - masing.

Cinta sejati sesungguhnya datang dari lubuk hati yang paling dalam, cinta sejati hanya datang sekali dan cinta sejati hanya ada dalam hati dan Cinta adalah anugerah terbesar yang di berikan Tuhan kepada kita.

Kita lahir di muka bumi ini karena cinta
Kita bisa hidup karena cinta
Kita bisa memulai hidup karena ada cinta
Kita mau melakukan sesuatu karena cinta
Kita rela berkorban karena cinta
Kita bahagia karena cinta, dan
Kita bisa bersedih karena cinta.

Setiap pelaku cinta adalah sosok yang nekad dan belajar cari masalah, why? karena cinta adalah hal yang indah namun penuh rintangan untuk mendapatkannya, kecewa dan menyesal adalah perasaan yang paling mungkin akan dirasakan pelaku cinta.

Sang pelaku cinta adalah sosok yang harus rela menghadapi berbagai rintangan yang mendahang, mengorbankan perasaan, waktu dan banyak biaya.

Akhirnya cinta adalah hal semu yang nyata dampaknya, dan....Cinta tak selamnya harus memiliki.

Beberapa Hal Tentang Cinta Yang Bisa Dipelajari

Tips dan Trik Cinta

Tips dan Trik Cinta: "Apakah Benar Jatuh Cinta Bikin Orang Lupa Segalanya dan Bertingkah Aneh?"
Setiap orang pasti pernah merasakan jatuh cinta. Tapi tahukah, mengapa Anda dibuat bertingkah aneh karenanya? Penelitian menyingkap fakta tentang jatuh cinta.

Adalah para ilmuwan dari Italia yang menyimpulkan bahwa DNA penjadi penyebab di balik tingkah aneh orang yang sedang berbunga-bunga karena cinta. Semua ternyata dipicu oleh hormon dopamine. Dopamine adalah hormon yang mengatur rasa senang dan sakit.

Penelitian membuktikan pada DNA 350 orang dewasa dengan dopamine rendah cenderung mudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Tipe orang ini juga disinyalir haus seks dan ketergantungan terhadapnya.

Orang dengan tingkat dopamine rendah rentan mengalami kepanikan. Ini mengapa kadang mereka jadi bertingkah aneh saat bertemu atau memikirkan sang pujaan hati.

Keadaan ini bergantung pada kadar hormon serotonin yang mengendalikan mood. Jika serotonin dalam tingkat rendah kemungkinan orang malah jadi cenderung obsesif. Maka tahap pendekatan alias PDKT pun terpicu.

“Memang ada kemungkinan bahwa tingkah laku orang yang jatuh cinta dipengaruhi oleh unsur genetik individu,” jelas Enzo Emanuele, salah satu ilmuwan dari University of Pavia, Lombardy, Italia.

Terdiam seribu bahasa karena jatuh cinta. Atau malah tak tahan berdiam diri? Nikmati saja…


Jika Kita Mencintai Seseorang

Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo’akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta …

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh,
penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah
mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya.
Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.

Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya.
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.

Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU.

Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan
apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.

Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana,
cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.
Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.

Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai
perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.

Cinta adalah keabadian … dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.

Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu
objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan
meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta.

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi
gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya.

Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu,
raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah
anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai
itulah yang sukar diperoleh.

Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.

BEBERAPA PUISI - PUISI CINTA

10 Alasan Mencintaimu

Aku butuh teman untuk melalui
Aku butuh kawan untuk berbagi

Aku butuh bayangan untuk mengikuti
Aku butuh mentari untuk menerangi

Aku butuh air untuk menyirami
Aku butuh pohon untuk meneduhi

Aku butuh pagi setelah gelap hari
Aku butuh tempat untuk kudiami

Aku butuh tersenyum setelah bersedih
Aku butuh hati untuk disayangi

Untuk itulah kuingin kau tetap disini
Hingga kelak kujadikan seorang istri

Aku Memilihmu

Aku memilihmu…
Untuk menemani di kala siang tak bermentari
Saat malam tak berbintang
Agar dapat terangiku dengan senyuman

Aku memilihmu…
Saat terik sinar menyengat dan membakar
Ketika bulan sabit atau purnama
Untuk temaniku menyusuri dunia

Aku memilihmu…
Dengan hati yang tak memilih waktu
Sepenuh cinta tanpa masa
Semenjak harap masih mendengung hampa


Mencintaimu


Mencintaimu bukanlah sebuah pilihan
Sebab hati tak mampu berpikir seperti logika
Datang tiba-tiba… hasrat ingin selalu berdua
Mencintaimu adalah rasa yang indah

Mereka hanya bisa melarang tanpa mengerti
Mereka hanya menolak tanpa berpikir bijak
Mereka hanya tak mau tanpa menelusuri kedalaman batinku
Mereka hanya bisa berpikir menurut mereka

Mencintaimu adalah sebuah karunia
Meski kau ada dunia juga tak selalu indah
Mencintaimu bangkitkan semangat sepenuh jiwa
Hadapi hari-hari yang tak selalu cerah

Semoga kelak mereka mampu mengerti
Semoga kelak mereka dapat menjadi bijak
Semoga kelak terbuka hati nurani
Semoga kelak terbuka pintu bahagia seutuhnya


ADAKAH ENGKAU MENCINTAIKU

beribu hari ku lalui bersama mu….
namun kau tak pernah peduli kan hadirku….
berjuta masa ku menemani raga mu…
namun bathinmu tak pernah ingin kan ku…

hingga ambang batas rasa cintaku….
ku langkahkan kaki menjauhi mu….
namun tetap tak kau relakan….
apa yang sebenarnya ada dalam kalbumu???

cinta atau kah sebatas keinginan dan ke egoisan???

ku terdiam sejenak tuk memutuskan…
namun cinta ku pada mu tetap berkobar…
dan kuputuskan untuk tetap tinggal di dekat mu…

hari pun silih berganti…
namun kau tetap seperti yang dulu…
acuh dan tak peduli pada cintaku…

dan hingga batas waktu ini…
slalu dan kan slalu kUpertanyakan…
ADAKAH ENGKAU MENCINTAIKU


Ketika Aku Mengingatmu

November 25, 2007

Ketika aku mengingatmu
Kembali semua kilasan waktu
Saat aku pertama mengenalmu
dan sejak rasa ini tumbuh

Ketika aku mengingatmu
Kusadari betapa waktu jauh berlalu
Sedang aku masih diam terpaku
Tepat dimana rasa ini tumbuh

Ketika aku mengingatmu
Tak ada kebencian dalam kalbu

Ketika aku mengingatmu
Sebenarnya hati kecil ini masih menunggu

Sedikit Tentang Cristiano Ronaldo


Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro (lahir 5 Februari 1985 di Funchal) adalah seorang pemain sepak bola asal Portugal. Ia saat ini membela klub Manchester United, bermain sebagai sayap kiri. Ia mulai dipanggil ke tim nasional sepak bola Portugal sejak tahun 2003.

Ronaldo Lahir di Madeira, Portugal, anak dari Maria Dolores dos Santos Aveiro dan José Dinis Aveiro. Dia memiliki kakak laki-laki bernama Hugo, dan dua kakak perempuan, Elma dan Liliana Cátia. Liliana Bekerja sebagai penyanyi dengan nama panggung "Ronalda" di Portugal.[rujukan?] Nama kedua yang diberikan kepada Cristiano ("Ronaldo") relatif langka di Portugal.

Ronaldo adalah pemain sepak bola yang dapat bermain dengan kedua kakinya, yang membuat dia dapat bermain di mana saja: kanan, kiri atau melalui tengah. Ini mengakibatkan Ronaldo dan rekannya sesama pemain sepak bola di Manchester United Ryan Giggs dapat saling bertukar posisi.

Ronaldo memiliki kemampuan teknik yang hebat. Di samping gerakan multi step-over, dia juga mengembangkan banyak kemampuan lainnya, membuat dia sangat lincah dan sebagai pemain sayap yang tidak dapat diprediksikan gerakannya.


Masa Kecil

Cristiano sejak kecil merupakan kesayangan keluarganya, dia selalu mendapat dukungan dari keluarganya dalam segala hal.dia dikenal anak yang selalu ingin menang. Di sekolahnya dia menggemari sepak bola, dia selalu punya akal agar dapat bermain bola. Jika dia tidak menemukan bola, maka ia akan membuat bola dari gulungan kaos kaki teman-temannya.

Karir

* Sporting Lisbon (1999-2003)
* Manchester United (2003–sekarang)

AnVir Juoss!!!

cobain deh....
ansav-beta.zip

All About Stan Lee Is Right Here


Stan Lee


Stan Lee (born Stanley Martin Lieber; December 28, 1922) is an American writer, editor, creator of comic book characters, and the former president and chairman of Marvel Comics.
With several artist co-creators, most notably Jack Kirby and Steve Ditko, he co-created Spider-Man, the Fantastic Four, the X-Men, Iron Man, the Hulk, Thor, Daredevil, Doctor Strange, and many other characters, introducing complex, naturalistic characters and a thoroughly shared universe into superhero comic books. He subsequently led the expansion of Marvel Comics from a small division of a publishing house to a large multimedia corporation.


Biography
Early life and career
He was born in New York City, New York, in the apartment of his Romanian-born Jewish immigrant parents, Celia (née Solomon) and Jack Lieber, at the corner of West 98th Street and West End Avenue in Manhattan. His father, trained as a dress cutter, worked only sporadically after the Great Depression, and the family moved further uptown to Fort Washington Avenue, in the Manhattan neighborhood of Washington Heights. When Lee was nearly 9, his only sibling, brother Larry Lieber, was born. By the time Lee was in his teens, the family was living in a one-bedroom apartment at 1720 University Avenue in The Bronx. Lee described it as "a third-floor apartment facing out back", with him and his brother sharing a bedroom and his parents using a foldout couch.
Lee attended DeWitt Clinton High School in The Bronx, where his family had moved next. A voracious reader who enjoyed writing as a teen, he worked such part-time jobs as writing obituaries for a news service and press releases for the National Tuberculosis Center; delivering sandwiches for the Jack May pharmacy to offices in Rockefeller Center; working as an office boy for a trouser manufacturer; ushering at the Rivoli Theater on Broadway; and selling subscriptions to the New York Herald Tribune newspaper. He graduated high school early, at age 16½ in 1939, and joined the WPA Federal Theatre Project.


A text filler in Captain America Comics #3 (May 1941) was Lee's first published work. Cover art by Alex Schomburg.
With the help of his uncle, Robbie Solomon, pulp magazine and comic-book publisher Martin Goodman, Lee became an assistant at the new Timely Comics division of Goodman's company. Timely, by the 1960s, would evolve into Marvel Comics. Lee, whose cousin Jean was Goodman's wife, was formally hired by Timely editor Joe Simon.
Young Stanley Lieber's first published work, the text filler "Captain America Foils the Traitor's Revenge" in Captain America Comics #3 (May 1941), used the pseudonym "Stan Lee", which years later he would adopt as his legal name. Lee later explained in his autobiography and numerous other sources that he had intended to save his given name for more literary work. This initial story also introduced Captain America's trademark ricocheting shield-toss, which immediately became one of the character's signatures.
He graduated from writing filler to actual comics with a backup feature, "'Headline' Hunter, Foreign Correspondent", two issues later. Lee's first superhero co-creation was the Destroyer, in Mystic Comics #6 (Aug. 1941). Other characters he created during this period fans and historians call the Golden Age of comics include Jack Frost, debuting in USA Comics #1 (Aug. 1941), and Father Time, debuting in Captain America Comics #6 (Aug. 1941).
When Simon and his creative partner Jack Kirby left late in 1941, following a dispute with Goodman, the 30-year-old publisher installed Lee, just under 19 years old, as interim editor. The youngster showed a knack for the business that led him to remain as the comic-book division's editor-in-chief, as well as art director for much of that time, until 1972, when he would succeed Goodman as publisher.
Lee entered the U.S. Army in early 1942 and served stateside in the Signal Corps, writing manuals, training films, and slogans, and occasionally cartooning. His military classification, he says, was "playwright"; he adds that only nine men in the U.S. Army were given that title. Vincent Fago, editor of Timely's "animation comics" section, which put out humor and funny animal comics, filled in until Lee returned from his World War II military service in 1945. From then through 1947, he and his wife, Joan Clayton Boocock, rented the top floor of a brownstone in the East 90s in Manhattan. They later bought two-story, three-bedroom home at 1084 West Broadway, in Woodmere, New York, on Long Island, living there from 1949 to 1952. The family, which by this time included daughter Joan Celia, bought a home at 226 Richards Lane in the Long Island town of Hewlett Harbor, New York, living there from 1952 to 1980, including the 1960s period when Lee and his artist collaborators would revolutionize comic books.
In the mid-1950s, by which time the company was now generally known as Atlas Comics, Lee wrote stories in a variety genres including romance, Westerns, humor, science fiction, medieval adventure, horror and suspense. By the end of the decade, Lee had become dissatisfied with his career and considered quitting the field.


The Fantastic Four #1 (Nov. 1961). Cover art by Jack Kirby (penciller) and unconfirmed inker
Marvel revolution
In the late 1950s, DC Comics editor Julius Schwartz revived the superhero genre and experienced a significant success with its updated version of the Flash, and later with super-team the Justice League of America. In response, publisher Martin Goodman assigned Lee to create a new superhero team. Lee's wife urged him to experiment with stories he preferred, since he was planning on changing careers and had nothing to lose.
Lee acted on that advice, giving his superheroes a flawed humanity, a change from the ideal archetypes that were typically written for pre-teens. His heroes could have bad tempers, melancholy fits, vanity, greed, etc. They bickered amongst themselves, worried about paying their bills and impressing girlfriends, and even were sometimes physically ill. Before him, most superheroes were idealistically perfect people with no serious, lasting problems: Superman was so powerful that nobody could harm him, and Batman was a billionaire in his secret identity.
The first superhero group Lee and artist Jack Kirby created was the family of the Fantastic Four. Its immediate popularity led Lee and Marvel's illustrators to produce a cavalcade of new titles. With Kirby, Lee created the Incredible Hulk, Iron Man, the Mighty Thor and the X-Men; with Bill Everett, Daredevil; and with Steve Ditko, Doctor Strange and Marvel's most successful character, Spider-Man.
Comics historian Peter Sanderson wrote that in the 1960s,

DC was the equivalent of the big Hollywood studios: After the brilliance of DC's reinvention of the superhero ... in the late 1950s and early 1960s, it had run into a creative drought by the decade's end. There was a new audience for comics now, and it wasn't just the little kids that traditionally had read the books. The Marvel of the 1960s was in its own way the counterpart of the French New Wave.... Marvel was pioneering new methods of comics storytelling and characterization, addressing more serious themes, and in the process keeping and attracting readers in their teens and beyond. Moreover, among this new generation of readers were people who wanted to write or draw comics themselves, within the new style that Marvel had pioneered, and push the creative envelope still further.

Stan Lee's Marvel revolution extended beyond the characters and storylines to the way in which comic books engaged the readership and built a sense of community between fans and creators.[citation needed] Lee introduced the practice of including a credit panel on the splash page of each story, naming not just the writer and penciller but also the inker and letterer. Regular news about Marvel staff members and upcoming storylines was presented on the Bullpen Bulletins page, which (like the letter columns that appeared in each title) was written in a friendly, chatty style.


Amazing Fantasy #15 (1962), the first appearance of Spider-Man. Cover art by Jack Kirby (penciller) & Steve Ditko (inker).
Throughout the 1960s, Lee scripted, art-directed, and edited most of Marvel's series, moderated the letters pages, wrote a monthly column called "Stan's Soapbox", and wrote endless promotional copy, often signing off with his trademark phrase "Excelsior!" (which is also the New York state motto). To maintain his taxing workload, yet still meet deadlines, he used a system that was used previously by various comic-book studios, but due to Lee's success with it, became known as the "Marvel Method" or "Marvel style" of comic-book creation. Typically, Lee would brainstorm a story with the artist and then prepare a brief synopsis rather than a full script. Based on the synopsis, the artist would fill the allotted number of pages by determining and drawing the panel-to-panel storytelling. After the artist turned in penciled pages, Lee would write the word balloons and captions, and then oversee the lettering and coloring. In effect, the artists were co-plotters, whose collaborative first drafts Lee built upon.
Because of this system, the exact division of creative credits on Lee's comics has been disputed, especially in cases of comics drawn by Kirby and Ditko. Similarly, Lee shares co-creator credit with Kirby on the two Fantastic Four films, while also sharing the same credit with Ditko with the Spider-Man feature film series.
In 1971, Lee indirectly reformed the Comics Code. The US Department of Health, Education and Welfare asked Lee to write a story about the dangers of drugs and Lee wrote a story in which Spider-Man's best friend becomes addicted to pills. The three-part story was slated to be published in Amazing Spider-Man #96-98, but the Comics Code Authority refused it because it depicted drug use; the story context was considered irrelevant.[citation needed] With his publisher's approval, Lee published the comics without the CCA seal. The comics sold well and Marvel won praise for its socially conscious efforts.[citation needed] The CCA subsequently loosened the Code to permit negative depictions of drugs, among other new freedoms.[citation needed]
Lee also supported using comic books to provide some measure of social commentary about the real world, often dealing with racism and bigotry. "Stan's Soapbox", besides promoting an upcoming comic book project, also addressed issues of discrimination, intolerance, or prejudice.[citation needed] In addition, Lee took to using sophisticated vocabulary for the stories' dialogue to encourage readers to learn new words. Lee has justified this by saying: "If a kid has to go to a dictionary, that's not the worst thing that could happen."[citation needed]
Later career


Lee at the 1973 San Diego Comic Con.
In later years, Lee became a figurehead and public face for Marvel Comics. He made appearances at comic book conventions around America, lecturing at colleges and participating in panel discussions, and by now owning a vacation home on Cutler Lane in Remsenburg, New York and, from 1975 to 1980, a two-bedroom condominium on the 14th floor of 220 East 63rd Street in Manhattan. He moved to California in 1981 to develop Marvel's TV and movie properties. He has been an executive producer for, and has made cameo appearances in Marvel film adaptations and other movies. He and his wife bought a home in West Hollywood, California previously owned by comedian Jack Benny's radio announcer, Don Wilson. Lee was briefly president of the entire company, but soon stepped down to become publisher instead, finding that being president was too much about numbers and finance and not enough about the creative process he enjoyed.
Lee also published two novels: Dunn's Conundrum and The God Project. In Dunn's Conundrum, a group of American Cold War intelligence specialists called The Librarians are led by Harry Dunn. When the team investigates a leak of U.S. defense information, Dunn begins questioning the entire intelligence system and begins to wonder who the enemy truly is. As the U.S. and the Soviet Union approach the brink of nuclear war, Dunn must choose whether or not to release sensitive information. In The God Project presidential aide Malcom Keyes must investigate rumors of the CIA's titular secret weapon.
Later in the 1990s, Lee befriended former lawyer Peter Paul, who supervised the negotiation of a non-exclusive contract with Marvel Comics for the first time in Lee's lifetime employment with Marvel.[citation needed] This enabled Paul and Lee to start a new Internet-based superhero creation, production and marketing studio, Stan Lee Media, in 1998. It grew to 165 people and went public, but near the end of 2000, investigators discovered illegal stock manipulation by Paul and corporate officer Stephan Gordon. Stan Lee Media filed for bankruptcy in February 2001, and Paul fled to São Paulo, Brazil. He was extradited back to the U.S., and pled guilty to violating SEC Rule 10b-5 in connection with trading of his stock in Stan Lee Media. Lee was never implicated in the scheme.
Some of the Stan Lee Media projects included the animated Web series The 7th Portal where he voiced the character Izayus; The Drifter; and The Accuser. The 7th Portal characters were licensed to an interactive 3-D movie attraction in four Paramount theme parks.
In the 2000s, Lee did his first work for DC Comics, launching the Just Imagine... series, in which Lee reimagined the DC superheroes Superman, Batman, Wonder Woman, Green Lantern and the Flash.
Lee created the risqué animated superhero series Stripperella for Spike TV. In 2004, he announced plans to collaborate with Hugh Hefner on a similar superhero cartoon featuring Playboy Playmates.[citation needed] He also announced a superhero program that would feature Ringo Starr, the former Beatle, as the lead character. Additionally, in August of that year, Lee announced the launch of Stan Lee's Sunday Comics, hosted by Komikwerks.com, where monthly subscribers could read a new, updated comic and "Stan's Soapbox" every Sunday. The column has not been updated since Feb. 15, 2005.
In 2005, Lee, Gill Champion and Arthur Lieberman formed POW! (Purveyors of Wonder) Entertainment to develop film, television and video game properties. The first film produced by POW! was the TV movie Lightspeed (also advertised as Stan Lee's Lightspeed), which aired on the Sci Fi Channel on July 26, 2006.[citation needed] POW! president and CEO Champion said in 2005 that Lee was creating a new superhero, Foreverman, for a Paramount Pictures movie, in tandem with producer Robert Evans and Idiom Films, with Peter Briggs hired to collaborate with Lee on the screenplay.
In 2005, Lee filed a lawsuit against Marvel for his unpaid share of profits from Marvel movies, winning a settlement of more than $10 million.[citation needed]
In 2006, Marvel commemorated Lee's 65 years with the company by publishing a series of one-shot comics starring Lee himself meeting and interacting with many of his creations, including Spider-Man, Dr. Strange, The Thing, Silver Surfer and Dr. Doom. These comics also featured short pieces by such comics creators as Joss Whedon and Fred Hembeck, as well as reprints of classic Lee-written adventures.
In 2007, POW! Entertainment started a series of direct-to-DVD animated films under the Stan Lee Presents banner. Each film focuses on a new superhero, created by Stan Lee for the series. The first two releases were Mosaic and The Condor.
In June 2007, Walt Disney Studios entered into an exclusive multi-year first look deal with Stan Lee and POW! Entertainment. "It's like the realization of a dream. Ever since I was a young boy, Disney represented the best and most exciting film fare to me. ... I look forward with indescribable enthusiasm to being a part of that world and contributing whatever I can to keep the legend alive and growing," said Lee.
On March 15, 2007, Stan Lee Media's new President Jim Nesfield filed a lawsuit against Marvel Entertainment for $5 billion, claiming that the company is co-owner of the characters that Lee created for Marvel.
On June 9, 2007, Stan Lee Media sued Stan Lee, his newer company, POW Entertainment, subsidiary QED Entertainment, and other former Stan Lee Media staff at POW.
In 2008, Lee wrote humorous captions for the political fumetti book Stan Lee Presents Election Daze: What Are They Really Saying?.
In April 2008, at the NYCC, Viz Media announced that their parent company Shueisha would be debuting the prologue chapter of Karakuridôji Ultimo, a collaborative effort between Stan Lee and Shaman King creator Hiroyuki Takei.
Brighton Partners and Rainmaker Animation announced in April 2008 a partnership with Lee's POW! Entertainment to produce a CGI film series, "Legion of 5". That same month, Virgin Comics announced Lee would create a line of superhero comics for that company.
Personal life
On December 5, 1947, Lee married Joan Clayton. Joan Lee gave birth to Stan's two daughters: Joan Celia "J.C." Lee in 1950 and Jan Lee, who died three days after delivery in 1953.
Interests
Lee's favorite authors include Stephen King, H. G. Wells, Mark Twain, Arthur Conan Doyle, William Shakespeare, Charles Dickens, and Harlan Ellison.
Awards and honors
Lee has received several awards for his work, including being formally inducted into the Jack Kirby Hall of Fame in 1995.
He is among the celebrities scheduled to receive a star on the Hollywood Walk of Fame in 2008.
Fictional portrayals
See also: List of comics creators appearing in comics

The Fantastic Four #10 (Jan. 1963): Cover art by Kirby & Dick Ayers.
Stan Lee and his collaborator Jack Kirby appear as themselves in The Fantastic Four #10 (Jan. 1963), the first of several appearances within the fictional Marvel Universe. The two are depicted as similar to their real-world counterparts, creating comic books based on the "real" adventures of the Fantastic Four.
Kirby, during his years of working for DC Comics in the 1970s, created the character Funky Flashman as a possible parody of Stan Lee. With his hyperbolic speech pattern, gaudy toupee, and hip '70s-Manhattan style beard (as Lee sported at the time) this ne'er-do-well charlatan first appeared in the pages of Mister Miracle.
Kirby later portrayed himself, Lee, production executive Sol Brodsky, and Lee's secretary Flo Steinberg as superheroes in What If #11, "What If the Marvel Bullpen Had Become the Fantastic Four?", in which Lee played the part of Mister Fantastic. Lee has also made numerous cameo appearances in many Marvel titles, appearing in audiences and crowds at many characters' ceremonies and parties, and hosting an old-soldiers reunion in Sgt. Fury and his Howling Commandos #100 (July 1972). Lee appeared, unnamed, as the priest at Luke Cage and Jessica Jones' wedding in New Avengers Annual #1. He pays his respects to Karen Page at her funeral in the Daredevil "Guardian Devil" story arc,[issue # needed] and appears in The Amazing Spider-Man (June 1977).
In Alan Moore's satirical miniseries 1963, based on numerous Marvel characters of the 1960s, Moore's alter ego "Affable Al" parodies Lee and his allegedly unfair treatment of artists.
The "Young Dan Pussey" stories by Daniel Clowes, collected in Pussey!, feature an exploitative publisher who relies on Lee's gung-ho style and "Bullpen" mythology to motivate his stable of naive and underpaid creators; the stories mainly satirize the state of mainstream comics in the 1990s, but also the subculture of young superhero fans that Lee helped to create.
In Marvel's 1991 comic book adaptation of game Double Dragon, a character modeled after Stan Lee was specifically created for the comic and is introduced as the father of the protagonists, Billy and Jimmy Lee. The character is only referred by his first name, Stan, although the play on his name is obvious when one considers the Lee brothers' surname.
In X-Play on the cable network G4, the character "Roger, the Stan Lee Experience" - dubbed "the fifth-best-thing next to Stan Lee" - is a foul-mouthed, perverted stand-up comic parody of Lee. Roger's segments normally consist of him describing details of numerous unspeakable adult encounters, usually involving the wife of another Marvel veteran, Jack Kirby, with each encounter somehow leading to the creation of a well-known Marvel character.
In Marvel's July 1997 "Flashback" event, a top-hatted caricature of Lee as a ringmaster introduced stories which detailed events in Marvel characters' lives before they became superheroes, in special "-1" editions of many Marvel titles. The "ringmaster" depiction of Lee was originally from Generation X #17 (July 1996), where the character narrated a story set primarily in an abandoned circus. Though the story itself was written by Scott Lobdell, the narration by "Ringmaster Stan" was written by Lee himself, and the character was drawn in that issue by Chris Bachalo. Bachalo's depiction of "Ringmaster Stan" was later used in the heading of a short-lived revival of the "Stan's Soapbox" column, which evolved into a question & answer format.
In his given name of Stanley Lieber, Stan Lee appears briefly in Paul Malmont's 2006 novel "The Chinatown Death Cloud Peril".
Lee and other comics creators are mentioned in Michael Chabon's 2000 novel about the comics industry The Amazing Adventures of Kavalier and Clay.
On one of the last pages of "Truth: Red, White, and Black", Lee appears in a real photograph among other celebrities on a wall of the Bradley home.
In Ultimate X-Men #20, a caricature of Lee appears as a photograph next to the letter Xavier leaves for his students.
In Stan Lee Meets Superheroes, Stan Lee comes in to contact with some of his favorite creations. The series was written by Lee himself.
Film and television appearances
Marvel film properties


Lee as Willie Lumpkin in Fantastic Four, 2005
Stan Lee appeared in cameos as one-scene characters in many (but not all) movies based on Marvel Comic characters he helped create.
In the TV-movie The Trial of the Incredible Hulk (1989), Lee's first appearance in a Marvel movie or TV project is as jury foreman in the trial of Dr. Bruce Banner.
Lee has cameo roles in the Fox Broadcasting Company telefilms Generation X (1996) and Nick Fury: Agent of Shield (1998)
In X-Men (2000), Lee appears as a customer at a hotdog stand on the beach when Senator Kelly emerges naked onshore after escaping from Magneto.
In Spider-Man (2002), he appeared during Spider-Man's first battle with the Green Goblin, pulling a little girl away from falling debris.
In Daredevil (2003), as a child, Matt Murdock stops Lee from crossing the street and getting hit by a car.
In Hulk (2003), he appears walking alongside former TV-series Hulk Lou Ferrigno in an early scene, both as security guards at Bruce Banner's lab. It was his first speaking role in a film based on one of his characters.
In Spider-Man 2 (2004), Lee again pulls an innocent person away from danger during Spider-Man's first battle with Doctor Octopus.
In Fantastic Four (2005), Lee appears for the first time as a character from the comics, in a role credited as Willie Lumpkin, the mail carrier who greets the Fantastic Four as they enter the Baxter Building.
In X-Men: The Last Stand (2006), Lee and Chris Claremont appear as two of Jean Grey's neighbors in the opening scenes set 20 years ago. Lee, credited as "Waterhose man," is watering the lawn when Jean telekinetically redirects the water from the hose into the air.
In Spider-Man 3 (2007), Lee appears in a credited role as "Man in Times Square". He stands next to Peter Parker, both of them reading a news bulletin, and commenting to Peter that, "You know, I guess one person can make a difference". He then says his catchphrase, "'Nuff said."
In Fantastic Four: Rise of the Silver Surfer (2007), Lee appears as himself at Reed Richards' and Susan Storm's first wedding, being turned away by a security guard for not being on the guest list. In Fantastic Four Annual #3 (1965), in which the couple married, Lee and Jack Kirby are similarly turned away.
In Iron Man (2008), Lee (credited as "Himself") appears at a gala cavorting with three blond women, where Tony Stark mistakes him for Hugh Hefner.[44] In the theatrical release of the film, Stark simply greets Lee as "Hef" and moves on without seeing Lee's face; another version of the scene was filmed where Stark realizes his mistake, but Lee graciously responds, "That's okay, I get this all the time."
In Incredible Hulk (2008), Lee appears as a hapless citizen who accidentally ingests a soft drink mixed with Bruce Banner's blood, leading to the discovery of Dr. Banner's location in a bottling plant in Brazil.
Warner/DC properties
In the original broadcast airing of the Superman: The Animated Series episode "Apokolips... Now! Part 2", an animated Stan Lee was planned to be visible mourning the death of Daniel "Terrible" Turpin, a character based on Lee's collaborator Jack Kirby. The scene would also have included such Marvel characters as the Fantastic Four, Nick Fury, and Peter Parker, as well as such Kirby DC characters as Big Barda, Scott Free, and Orion. This shot appeared in the completed episode and was aired in 7 February 1998 in WB Kids, but was later removed in the DVD release of the episode.
Other film, TV and video
Lee appears with director Kevin Smith and 2000s Marvel editor-in-chief Joe Quesada in the DVD program "Marvel Then & Now: An Evening with Stan Lee and Joe Quesada, hosted by Kevin Smith".
Lee narrated the 2000 film Citizen Toxie: The Toxic Avenger IV, under the pseudonym "Peter Parker."
One of Lee's earliest contributions to animation based on Marvel properties was narrating the 1980s Incredible Hulk animated series, always beginning his narration with a self-introduction and ending with "This is Stan Lee saying, Excelsior!" Lee had previously narrated the "Seven Little Superheroes" episode of Spider-Man and His Amazing Friends, which the Hulk series was paired with for broadcast.
Lee did the narration for the original 1989 X-Men animated series pilot titled Pryde of the X-Men.
Lee was executive producer of a 1990s animated TV series, titled Spider-Man: The Animated Series. He appeared, as animated character (and with his voice), in the series finale episode titled "Farewell, Spider-Man". Spider-Man was teleported into the "real" world where he is a comic book hero. He swings Stan Lee around and drops him off on top of a building. Realizing he is stuck on a roof, Lee muses "Maybe the Fantastic Four will pop up and get me down."
He also voices the character "Frank Elson" in an episode of Spider-Man: The New Animated Series series broadcast by MTV in 2003, and titled "Mind Games" (Parts 1 & 2, originally aired in Aug. 15 & 22, 2003).
Lee has an extensive cameo in the Kevin Smith film Mallrats. He once again plays himself, this time visiting "the" mall to sign books at a comic store. Later, he takes on the role of a sage-like character, giving Jason Lee's character, Brodie Bruce (a longtime fan of Lee's), advice on his love life. He also recorded interviews with Smith for the non-fiction video Stan Lee's Mutants, Monsters, and Marvels (2002).
Lee appeared as himself in an extended self-parodying sketch on the episode "Tapping a Hero" of Robot Chicken
Lee appears as himself in writer-director Larry Cohen's The Ambulance (1990), in which Eric Roberts plays an aspiring comics artist.
In The Simpsons episode "I Am Furious Yellow" (April 28, 2002), Lee voices the animated Stan Lee, who is a prolonged visitor to Comic Book Guy's store ("Stan Lee came back?" "Stan Lee never left. I am starting to think his mind is no longer in mint condition.") He asks if Comic Book Guy is the stalker of Lynda Carter - the star of the 70s show Wonder Woman - and shows signs of dementia, such as breaking a customer's toy Batmobile by trying to cram a The Thing action figure into it (claiming that he "made it better"), hiding DC comics behind Marvel comics, and believing that he is the Hulk (and fails trying to become the Hulk, while Comic Book Guy comments he couldn't even change into Bill Bixby). In a later episode, Lee's picture is seen next to several others on the wall behind the register, under the heading "Banned for life".
Lee also appears as himself in the Mark Hamill-directed Comic Book: The Movie (2004), a direct-to-video mockumentary primarily filmed at the 2002 San Diego Comic-Con. He appeared in The Princess Diaries 2: Royal Engagement (2004) as the "Three Stooges Wedding Guest", a Spaniard who learns English from watching Three Stooges shorts.
Stan Lee narrates the 2000 video game Spider-Man and the 2001 sequel Spider-Man 2: Enter Electro.
Lee is producer and host of the reality-TV show Who Wants to Be a Superhero?, which premiered on the Sci Fi Channel July 27, 2006, and had its second season in summer, 2007.
Lee has made two appearances as a subject on To Tell the Truth: first in 1970, and again in 2001.
Lee also made an appearance on December 21, 2006, on the NBC game show Identity.
Lee voices characters in POW! Entertainment's direct-to-DVD "Stan Lee Presents" line of animated features. In Mosaic he voices the security guard Stanley at Interpol, and in The Condor he voices a candy-store owner whose granddaughter the Condor saves.
In the "Unexpected" episode of the TV science-fiction drama Heroes (2006), Lee appears as a bus driver kindly greeting Hiro Nakamura.

D E W A 19

Dewa 19

Dewa 19 adalah sebuah grup musik yang berasal dari Surabaya, Indonesia. Mereka mengusung lagu-lagu rock semi jazz.

Dewa 19 dipimpin oleh Ahmad Dhani. Mereka telah beberapa kali mengalami pergantian anggota. Anggotanya saat ini adalah:


Born of DEWA 19

DEWA pertama kali dibentuk pada tahun 1986 oleh empat siswa SMP 6 Surabaya, dengan akronim nama mereka Dhani Ahmad Prasetyo (Keyboard, Vokal), Erwin Prasetya (Bass), Wawan Juniarso (Drum), dan Andra Ramadhan (Gitar); dengan markas di rumah Wawan yang di dalam kompleks Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Warna musik Dewa awalnya lebih pop, namun kemudian Erwin yang penggemar jazz, memperkenalkan musik jazz pada grupnya. DEWA pun berubah haluan ke jazz, sehingga Wawan yang penggemar berat musik rock memutuskan keluar pada tahun 1988 dan bergabung dengan Outsider yang antara lain beranggotakan Ari Lasso. Posisi Wawan kemudian digantikan oleh Salman dan nama Dewa pun berubah menjadi Down Beat, yang diambil dari nama majalah jazz Amerika. Untuk kawasan Jawa Timur dan sekitarnya, nama Down Beat waktu itu cukup terkenal, terutama setelah berhasil merajai panggung festival. Sebut saja Festival Jazz Remaja se-Jawa Timur, juara I Festival band SLTA '90 atau juara II Jarum Super Fiesta Musik.

Ketika nama Slank berkibar, Wawan kembali dipanggil untuk menghidupkan Dewa, dengan mengajak pula Ari Lasso. Nama Down Beat pun berubah menjadi Dewa 19, karena waktu itu rata-rata usia personelnya 19 tahun. Dewa 19 pun mencampuradukkan beragam musik jadi satu : pop, rock, bahkan jazz, sehingga melahirkan alternatif baru bagi khasanah musik Indonesia saat itu. Teman sekelas Wawan, Harun rupanya tertarik oleh konsep tersebut dan segera mengucurkan dana Rp. 10 juta untuk memodali teman - temannya rekaman. Tapi karena di Surabaya tidak ada studio yang memenuhi syarat, mereka terpaksa ke Jakarta padahal jumlah dana tadi jelas pas - pasan. Dengan master di tangan, Ahmad Dhani gentayangan dari satu perusahaan rekaman satu ke perusahaan rekaman lain pakai bus kota, sementara Erwin, Wawan, Andra dan Ari menunggu hasilnya di Surabaya. Setelah ditolak oleh sejumlah perusahaan rekaman, master itu akhirnya dilirik oleh Jan Djuhana dari Team Records.

Album pertamanya Dewa 19 diluncurkan tahun 1992. Diluar dugaan, album ini melejit sukses di pasaran, hingga memperoleh penghargaan dari BASF untuk kategori Pendatang Baru Terbaik dan Album Terlaris 1993.

Dalam pembuatan album Format Masa Depan, Wawan hengkang karena tidak adanya kecocokan diantaranya. Di album in Dewa 19 memperbantukan Rere (sekarang drummer ADA Band) untuk posisi drummer. Setelah album Terbaik-Terbaik selesai, masuklah Wong Aksan menempati posisi drummer. Setelah menyelesaikan pembuatan album Pandawa Lima pada tahun 1998 Wong Aksan dikeluarkan dari Dewa 19, dan digantikan oleh Bimo Sulaksono (mantan anggota Netral). Tak lama kemudian Bimo hengkang dari grup ini dan bergabung dengan Bebi untuk membentuk grup Romeo.

Selain masalah pergantian personel, Dewa 19 juga mengalami masalah akibat terlibatnya dua personelnya Ari Lasso dan Erwin Prasetya mengalami ketergantungan narkoba. Erwin harus masuk rehabilitasi dan pesantren untuk menghilangkan kebiasaan buruknya itu, dan akhirnya sembuh. Ari Lasso yang sulit dihubungi memaksa Dhani mengganti posisinya sebagai vokalis dengan dengan Once. Posisi drummer yang kosong diisi oleh Tyo Nugros.

Dalam albumnya yang kelima Bintang Lima pada tahun 2000, nama Dewa 19 diubah menjadi Dewa. Masuknya Once dan Tyo Nugros ternyata membawa angin segar dengan meledaknya album Bintang Lima ini. Erwin Prasetya yang sebelumnya terjerat narkoba kemudian masuk kembali menjadi pemain bass.

Tahun 2002 Dewa merilis album Cintailah Cinta. Setelah itu banyak masalah yang muncul. Lagu Arjuna Mencari Cinta dipermasalahkan karena diduga melanggar hak cipta, hingga memaksa Dewa menggantinya dengan Arjuna (lagu) saja. Erwin Prasetya kemudian hengkang akibat tidak cocok dengan manajemen Dewa; yang kemudian diganti dengan Yuke Sampurna (mantan bassist band The Groove).


Tahun 2004, Dewa merilis album Laskar Cinta, dan pada tahun yang sama, nama Dewa kembali diubah menjadi Dewa 19.

Pada tahun 2008, posisi drum yang diisi oleh Tyo Nugros diganti oleh Agung Yudha. Posisi baru tersebut resmi diperkenalkan pada video klip "Mati aku Mati".[1][2]

Setelah sekian lama tidak merilis album maupun single, pada Agustus 2008, Dewa 19 meluncurkan single barunya berjudul Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia yang terdapat dalam album kompilasi bertajuk The Best of Republik Cinta Vol. 1.

Diskografi

Album Studio

  1. 1992 - Dewa 19
  2. 1994 - Format Masa Depan
  3. 1995 - Terbaik Terbaik
  4. 1997 - Pandawa Lima
  5. 2000 - Bintang Lima
  6. 2002 - Cintailah Cinta
  7. 2004 - Laskar Cinta
  8. 2006 - Republik Cinta
  9. 2007 - Kerajaan Cinta
  10. 2008 - Demokrasi Cinta

Album Kompilasi

  1. 1999 - The Best Of Dewa 19
  2. 2008 - The Best of Republik Cinta Vol. 1

Albums Rekaman Konser

  1. 2004 - Atas Nama Cinta I & II
  2. 2005 - DVD Live in Japan (Limited Edition)